Latar Belakang

Latar Belakang
Generasi muda merupakan pemimpin masa depan yang menjadi penerus serta penentu bagi
bangsa dan Agama yang memiliki tanggung jawab besar. Namun sayangnya, seiring dengan semakin
majunya dan semakin canggihnya teknologi sekarang ini membuat anak-anak bangsa terlena dan terbawa
arus globalisasi.
Solopos.com, SOLO — Polresta Solo selama setahun ini mengungkap 1.182 kasus kriminalitas. Dari
jumlah tersebut kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mendominasi yakni sebanyak 205 kasus. Ada
hal lain yang lebih mengkhawatirkan yaitu usia pelaku kriminalitas semakin lama semakin muda (Borba,
2008).
Di sudut lain arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat sebagian
masyarakat menengah kebawah kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Di kutip dari Solopos.com “sebanyak 3.696 anak putus sekolah di Kota Solo. Mereka yang tidak
melanjutkan wajib belajar pendidikan sembilan tahun ini terjadi pada usia 7 hingga 18 tahun.”

http://www.solopos.com/2017/04/10/pendidikan-solo-duh-3-969-anak-usia-7-18-tahun-di-solo-terpaksa-putus-sekolah808689

Kurangnya kesempatan ini menimbulkan polemik baru dimana Masyarakat Solo yang mayoritas
muslim akhirnya kurang mampu bersaing dengan tuntutan zaman. Dampaknya sebagian Muslim memilih
jalan pintas yang dianggap menjadi sebuah solusi bagi permasalahan mereka termasuk berpindah Agama.
Insan Mokoginta menuturkan berdasarkan penelitian, mengatakan, bahwa di Solo saja, sejak
tahun 2010-2012, sebanyak 40.000 orang Islam yang murtad. Sementara itu, di Klaten, sebanyak 23.300
orang Islam yang murtad.
http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/01/26/28819/insan-mokoginta-pesatnya-pemurtadan-di-solo-dan-aceh/

Mengikat permasalahan tersebut, kami merasa terpanggil untuk melaksanakan pendidikan budi
pekerti (akhlaqul karimah), merekat tali ukhuwah islamiyyah dan mengembangkan syiar islam, sehingga
dapat menjadi komunitas muslim yang rahmatan lil a’lamin. Membentuk generasi muda hafidz yang
berakhak mulia, bermanfaat bagi Agama dan Bangsa khususnya bagi mereka Yatim dan Dhuafa yang tidak
mampu melanjutkan pendidikan.
Saat ini kami memiliki tanah wakaf seluas 2000m² di desa Desa Pondok kec. Grogol Kab sukoharjo
Jawa Tengah. Alhamdulillah kami sudah memulai pekerjaan pembangunan masjid dan memulai kegiatan
Pesantren termasuk program dakwah ke masyarakat sekitar.